Senin, 30 Juli 2018

Lihat, Pengumuman Jalur Mandiri

Berikut Daftar Nama yang:
DINYATAKAN LULUS 

DAFTAR NAMA YANG DINYATAKAN LULUS BERSYARAT

DAFTAR NAMA YANG DITERIMA MELALUI JALUR KHUSUS

Peserta yang dinyatakan lulus seleksi di IAIN Parepare melalui jalur Mandiri dapat melakukan heregistrasi (pendaftaran ulang) di Gedung Sekretariat Panitia PMB SPAN-UM PTKIN 2018 pada tanggal 30 Juli sampai 03 Agustus 2018 dengan membawa berkas sebagai berikut:


  1. Kartu Tes

  2. Foto copy Ijazah yang telah dilegalisasi (bagi lulusan 2018 yang belum menerima ijazah dapat menyetor fotocopy SKHU/SKL yang sudah dilegalisasi) sebanyak 1 lembar.

  3. Fotocopy Kartu Keluarga

  4. Membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT):

  5. Untuk Program Studi: (1) Tadris Matematika; (2) Tadris IPA; (3) Pendidikan Agama Islam; (4) Tadris Bahasa Inggris; (5) Pendidikan Islam Anak Usia Dini; (6) Pendidikan IPS; (7) Manajemen Pendidikan Islam; (8) Hukum Keluarga (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah); (9) Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah); (10) Perbankan Syariah; (11) Hukum Tata Negara (Siyasah); (12) Ekonomi Syariah; (13) Hukum Pidana Islam (Jinayah); (14) Manajemen Keuangan Syariah; (15) Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah; (16) Akuntansi Syariah; (17) Pariwisata Syariah; (18) Komunikasi dan Penyiaran Islam; (19) Bimbingan dan Konseling Islam; (20) Manajemen Dakwah; (21) Pengembangan Masyarakat Islam; (22) Sosiologi Agama; dan(23) Jurnalistik Islam, yaitu: sebesar Rp. 1.325.000,-.



  1. Untuk Program Studi: (1) Pendidikan Bahasa Arab; (2) Sejarah Peradaban Islam; (3) Bahasa dan Sastra Arab; dan (4) Manajemen Zakat dan Wakaf, yaitu: sebesar Rp. 1.075.000,-.



 

Kamis, 26 Juli 2018

Inovasi Tarbiyah Award 2018

IAIN Parepare--- Jurusan Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar pembukaan Tarbiyah Award di Aula IAIN Parepare, Rabu (25/07). Tarbiyah Award merupakan kegiatan rutin jurusan yang dilakukan sekali dalam setahun.

Dengan bertajuk meraih mimpi, kegiatan Tarbiyah Award tahun 2018 berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua panitia, Ali Halidin. "Tahun ini, Alhamdulillah bukan hanya prestasi dalam bidang akademik saja tetapi kita sudah merambah kepada pengabdian masyarakat dan standar keilmuan yang ada," ungkapnya saat diwawancarai usai pembukaan.

Adapun yang membedakan dengan Tarbiyah Award tahun sebelumnya, adanya rangkaian kegiatan penganugerahan guru  honorer  yang memiliki dedikasi terhadap pendidikan. "Kami bekerja sama dengan Diknas dan Kemenag (Kementerian Agama) kota Parepare  tentang penganugerahan guru berdedikasi, kita ingin memberi apresiasi kepada guru terutama honorer," jelas Ali Halidin, Ketua Panitia.

Selain itu, terdapat pula lomba untuk mahasiswa terkait pembuatan desain media pembelajaran dari bahan limbah serta workshop desain pembelajaran yang rencananya akan dilaksanakan pada awal bulan Oktober.



Dalam bidang prestasi akademik mahasiswa terdapat tiga penilaian diantaranya penilaian  indeks prestasi, kemampuan akademik sesuai dengan Program studi (Prodi) mahasiswa seperti penguasaan bahasa, serta kemampuan bakat ataupun skill.  Sementara Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab, Bahtiar melihat adanya inovasi yang dilakukan oleh panitia. "Apa yang dilakukan oleh panitia saat ini inovasi-inovasi yang luar biasa. Kegiatan ini bukan hanya penguatan akreditasi, untuk  masyarakat internal tetapi juga masyarakat eksternal, ada sumbangsih," ungkapnya saat menyampaikan sambutan.

[caption id="attachment_8411" align="alignnone" width="300"] Foto sisi tengah, Bahtiar (Ketua Jurusan Tarbiyah dan Adab)[/caption]

[caption id="attachment_8412" align="alignnone" width="300"] Foto: salah satu mahasiswa dalam sesi lomba debat bidang prestasi akademik[/caption]

Senin, 23 Juli 2018

Workshop Kajian Naskah Bahasa Arab, Mahasiswa diharap Mampu Telusuri Sumber Sejarah

IAIN Parepare--- Program studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) jurusan Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengadakan workshop kajian naskah bahasa Arab, Senin (23/07).

Kegiatan berlangsung di ruang seminar gedung Tarbiyah yang diikuti sebanyak 30 peserta. Ketua panitia, Khusnul Khatimah mengungkapkan, "kegiatan ini diprioritaskan agar mahasiswa terampil dalam membaca kitab kuning sebagai salah satu sumber naskah untuk sejarah peradaban Islam," jelasnya saat jeda (istirahat) kegiatan.



Rencananya workshop akan berlangsung hingga 28 Juli mendatang. Dengan mengundang salah satu dosen Pendidikan Bahasa Arab yaitu Kaharuddin Ramli, M. Pd. I sebagai narasumber. Selain itu, pembelajaran workshop tidak hanya dilakukan dalam ruangan (indoor) tetapi juga outdoor (di luar ruangan) yang turut dipandu oleh instruktur alumni mahasiswa pendidikan bahasa Arab.



Sementara ketua penanggung jawab Prodi Sejarah Peradaban Islam, Musyarif melihat antusias para peserta workshop. "Anak-anak itu punya antusias untuk mengikuti kegiatan ini bahkan dari awal kita menargetkan hanya untuk semester dua. Ternyata anak-anak kita ini punya minat yang besar untuk mengetahui bahasa sebagai alat menelusuri  referensi-referensi Arab pada khususnya mengenai sejarah," ungkapya.

Lebih lanjut Musyarif berharap agar  mahasiswa mampu menelusuri  sumber-sumber sejarah seperti situs-situs lontara baik yang menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa klasik seperti bahasa Bugis.

 

 

 

 

 

Jumat, 20 Juli 2018

Ujian CBT Upaya Seleksi Kualitas Mahasiswa Baru

IAIN Parepare---Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur mandiri tahun 2018 dilaksanakan di Laboratorium ICT IAIN Parepare, Jum'at (20/07). Ujian yang dimulai tanggal 19 Juli 2018 akan berlangsung selama enam hari.

Pelaksanaan ujian dibagi menjadi 3 sesi dalam sehari yakni 60 orang per sesi. Pembagian dilakukan dikarenakan ujian menggunakan sistem CBT (Computer Basic Test) yang harus didukung oleh komputer dan jaringan internet.

Jalur mandiri merupakan jalur terakhir dalam penerimaan mahasiswa baru. Sekitar 1050 lebih jumlah pendaftar calon mahasiswa baru yang diharuskan mengikuti ujian CBT.  Secara keseluruhan jumlah mahasiswa yang akan diterima untuk tahun akademik 2018/2019 sebanyak 1435 orang sementara pada jalur mandiri hanya akan diterima sekitar 25% dari kuota yang telah ditetapkan.

Menurut Muhammad Djunaidi selaku Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor I, pelaksanaan ujian CBT pada umumnya selalu dilakukan pada PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri). Hal tersebut dilakukan guna peningkatan kualitas input (masukan) mahasiswa yang tentunya akan berpengaruh pada kualitas output (keluaran).  "Kita harapkan adalah peningkatan kualitas karena dari sisi kuantitas jumlah peminat (pendaftar) itu sudah sangat lumayan tidak sebanding antara jumlah kuota yang tersedia dengan jumlah pendaftar sehingga dilakukan seleksi yang sangat ketat dan obyektif," jelas Muhammad Djunaidi saat memantau langsung ujian jalur Mandiri (19/07).

Reporter: Megawati

Editor : Hayana

 

Kamis, 19 Juli 2018

Communication Fair jadi Ajang Apresiasi Karya

IAIN Parepare--- Ratusan karya yang berupa Audio, Photo, maupun audio visual dipamerkan dalam Communication fair di Auditorium IAIN Parepare, Kamis (19/07). Diikuti oleh mahasiswa Program studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Prodi Jurnalistik Islam (JI) yang tergabung dalam beberapa mata kuliah seperti mata kuliah dasar-dasar fotografi, mata kuliah perencanaan dakwah, mata kuliah produksi siaran radio & TV serta mata kuliah Teknik Editing.



Communication Fair merupakan kegiatan pertama kali dilakukan dan menjadi ajang apresiasi karya terbaik mahasiswa. Muhammad Restu Singgih salah satu pemenang kategori The Best Jingle radio mengungkapkan kegiatan Fair Communication merupakan awal baik untuk Prodi KPI yang bekerja sama dengan Prodi JI, "inilah awal dan wadah mereka untuk menampilkan karya terbaik mereka. Saya harap kegiatan ini dapat berlanjut dan kegiatannya lebih besar lagi," ungkapnya.



Meskipun karya yang dihasilkan merupakan tuntunan tugas mata kuliah, namun Nurhakki selaku Penanggung jawab Prodi Komunikasi Penyiaran Islam berharap agar karya-karya tersebut bukan hanya dibuat untuk mendapatkan nilai semata. "Kita berharap karya itu bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi bagaimana karya-karya itu bisa dilirik oleh industri media, apakah media cetak maupun media elektronik," ujar Nurhakki saat memberi sambutan.



Sementara Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi, Muhammad Saleh yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan apresiasinya terhadap karya-karya yang dihasilkan oleh para mahasiswa dan berharap agar mahasiswa jurusan Dakwah dan Komunikasi tetap terus berkarya.



 

 

 

 

 

 

Mahasiswa Jurnalistik Islam Adakan Pameran Fotografi Islami

IAIN Parepare--- Perkuliahan semester genap  akan segera berakhir, liburan pun semakin dekat di ambang mata. Tapi, sebelum menikmati masa liburan, mahasiswa Prodi Jurnalistik Islam IAIN Parepare  harus menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa untuk menyelenggarakan pameran fotografi. Pameran ini sebagai final mata kuliah dasar-dasar fotografi. Pameran ini merupakan kegiatan pertama mahasiswa Jurnalistik Islam memamerkan hasil karyanya sebab 26 mahasiswa ini merupakan angkatan pertama sejak dibuka setahun silam.

[caption id="attachment_8370" align="alignnone" width="225"] Foto: Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi, Muhammad Saleh sedang melihat salah satu karya mahasiswa[/caption]

Pameran fotografi islami diselenggarakan di Auditorium IAIN Parepare, Kamis (19/7). Kegiatan ini dirangkaikan dengan acara  Communication Fair yang bekerja sama dengan program studi Komunikasi Penyiaran Islam. Sebanyak 72 karya mahasiswa ditampilkan sebagai hasil hunting foto dalam kurung waktu tiga bulan.

Pameran foto ini mendapatkan apresiasi yang cukup baik dari para pengunjung. Penanggung jawab kegiatan, Wahyu Ananda mengatakan, "kegiatan ini berjalan dengan baik. Pengunjung yang berdatangan Alhamdulillah, melewati ekspektasi," ujarnya.

Kegiatan ini tidak disangka akan ramai, para pengunjung berbondong-bondong memberikan komentar pada setiap karya yang ditampilkan. Asrul, merupakan salah satu pengunjung mengatakan bahwa kegiatan ini cukup baik untuk ukuran pemula. "Kalau mengenai kegiatan ini, sebenarnya saya tidak pernah menyangka jumlah orang yang hadir pada hari ini, karena saya rasa agak kurang dipromosikan, karena ini baru pertama kali dilakukan tapi ternyata di luar dugaan, banyak sekali anak-anak dari Dakwah dan Komunikasi itu sendiri yang tertarik untuk melihat karya-karya mahasiswa Jurnalistik Islam," tukasnya. “Pameran ini sebagai wujud kreativitas mahasiswa dan hasil karya mahasiswa sangat luar biasa,” ujar Mifda Hilmiyah, dosen pengampu mata kuliah Dasar-dasar Fotografi.

“Pameran ini sebagai wujud kreativitas mahasiswa dan hasil karya mahasiswa sangat luar biasa,” ujar Mifda Hilmiyah, dosen pengampu mata kuliah Dasar-dasar Fotografi. Penanggung jawab kegiatan, Wahyu Ananda berharap agar kegiatan ini dijadikan sebagai pembelajaran untuk kegiatan program studi Jurnalisitik Islam ke depannya. "Harapan, semoga kegiatan ini dijadikan sebagai pembelajaran, karena masih banyak kekurangan yang ada di pameran ini dan banyak kritikan-kritikan masuk yang diberikan kepada kami," tutupnya.

Penulis: Nursafika (Mahasiswa Program studi Jurnalistik Islam, jurusan Dakwah dan Komunikasi IAIN Parepare)

 

Rabu, 18 Juli 2018

Ubah Mindset melalui Pelatihan Hypnoterapi & Optimal Experience

IAIN Parepare--- Setelah pelaksanaan kegiatan seminar keluarga (Selasa, 17/07), Program studi (Prodi) Bimbingan Konseling Islam (BKI) kembali melaksanakan kegiatan pelatihan Hypnoterapi dan Optimal Experience di Aula IAIN Parepare, Rabu (18/07).



Ketua Penanggungjawab Prodi BKI, Dr. Muhammad Qadaruddin mengungkapkan kegiatan Hypnoterapi & Optimal Experience merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Prodi BKI. Kegiatan tersebut dilakukan guna pengembangan diri serta potensi yang dimiliki oleh setiap mahasiswa. Pemilihan materipun diperhatikan khususnya materi-materi yang tidak didapatkan di dalam proses perkuliahan. Sehingga kegiatan tersebut menjadi kesempatan yang sangat bermanfaat khususnya mahasiswa Prodi BKI sebagai konselor masa depan.

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi, Dr.Muhammad Saleh menjelaskan adanya penekanan pada setiap Prodi agar mahasiswa tidak hanya diberi teori tetapi juga praktik. “Saya memberi penekanan pada ketua Prodi atau dosen, tolong diberi  mata kuliah,  75% teori dan 25% praktik, sehingga nanti tidak kalah bersaing dengan alumni-alumni perguruan lain,” jelas Muhammad Saleh sebelum membuka kegiatan.

Kegiatan dihadiri oleh narasumber Awaluddin Syadad selaku Penulis dan CEO & Founder Trainer Kaaffah Learning Center. Ia mengungkapkan beberapa materi yang diberikan kepada peserta diantaranya penataan mindset (pola pikir), penemuan jati diri serta pelepasan mental blok. “Mental blok ini ibarat sebuah penjara kadang kita malas ngapa-ngapain, itu adalah salah satu mental blok,” jelas Awaluddin Syadad.

[caption id="attachment_8361" align="alignnone" width="300"] Foto: Sisi kiri, Ketua panitia, tengah (Awaluddin Syadad |Narasumber), sisi kanan (Muhammad Saleh| Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi)[/caption]

Lebih lanjut Awaluddin Syadad menjelaskan pola pikir konselor harus terlebih dahulu berubah sebelum mengubah pola piker klien. “kalau kita berbicara tentang perubahan yang mesti berubah itu bukan klien kita tetapi kita dulu yang harus berubah”, tambahnya.