Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 April 2019

Masyarakat Antusias Sambut Jokowi di Grand Indonesia Nasional 1 jam yang lalu - CNN Indonesia




Jakarta, CNN Indonesia -- Masyarakat berkumpul menantikan kedatangan Presiden Joko Widodo di Grand Indonesia, Jakarta, setelah beredar kabar bahwa Mantan Gubernur DKI itu akan mengunjungi lokasi tersebut.

Pantauan di sekitar West Mall Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (20/4), pengunjung sudah memenuhi Lobi Amarta di Grand Indonesia untuk satu tujuan yakni melihat kedatangan Presiden dan rombongan.

Salah satu pengunjung yakni Meliana yang mengaku sebagai penggemar berat Jokowi itu rela berdesakan untuk bisa berkesempatan melihat lebih dekat Jokowi saat nanti tiba.

"Saya lewat tadi, kok ramai sekali. Saya tanya ternyata katanya Pak Jokowi mau datang. Ya saya tunggu saja di sini," ucapnya.

Tak hanya Meliana seorang, bahkan sejumlah kelompok masyarakat pendukung Jokowi juga sudah terlihat berkumpul memenuhi area lobi Grand Indonesia ketika mendengar presiden akan hadir di pusat perbelanjaan itu.

"Tidak sengaja kita. Memang mau kumpul-kumpul memang di Grand Indonesia. Pas dengar Pak Jokowi datang kami telepon semuanya biar datang," ujar Ani.

Sekitar pukul 13.30 WIB, Presiden Jokowi tampak hadir dan langsung disambut oleh masyarakat yang telah menantinya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo memilih bersantai di Istana Bogor, Jawa Barat, usai pemilu yang bertepatan dengan hari libur Paskah pada Jumat (19/4).

Calon presiden petahana nomor 01 itu sebelumnya menyempatkan diri salat Jumat di Masjid Baitussalam yang berada di lingkungan Istana Kepresidenan Bogor.

Usai salat Jumat sekitar pukul 12.30 WIB, Jokowi kembali ke Wisma Bayurini. Namun sebelumnya, Presiden sempat menyapa warga serta bersalaman dan berswafoto dengan mereka.

[Gambas:Video CNN](ard)






Read More

Kamis, 18 April 2019

Indonesia Jadi Negara Favorit Nyamuk, Apa Sebabnya? - Okezone







BELAKANGAN ini, penyakit demam berdarah dengue (DBD) terjadi tidak hanya dipengaruhi karena kondisi lingkungan. Kondisi iklim pun memengaruhi tingginya penyakit DBD di sebagian wilayah.

Pada dasarnya iklim berperan dalam memberikan lingkungan yang kondusif untuk nyamuk berkembang. Sehingga iklim menjadi faktor di awal masa perkembangan nyamuk.



Deputi Bidang Klimatologi BMKG Marjuki, MSi mengatakan, kriteria outbreak data DBD dalam 35 tahun terakhir sudah berbeda. Pola pertumbuhan vektornya pun tercatat sebesar 75 persen.

Baca Juga: Gaya Polwan Cantik Fitrya Wijayanty yang Bikin Pemilu Makin Adem




"Dari mulai hujan berkembang biaknya nyamuk dicurigai. Tapi itu bisa kita lakukan pencegahan," ucap Marjuki saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Marjuki menambahkan, peringatan dini DBD berbasis iklim harus didapatkan oleh masyarakat sedini mungkin. Biasanya didasarkan pada parameter iklim dan jumlah kasus DBD.

Marjuki melanjutkan, BMKG dengan Dinas Kesehatan di daerah melakukan langkah antisipasi agar masyarakat yang terjangkit tidak banya. Dari langkah tersebut, sejauh ini bisa menghasilkan informasi prediksi angka insiden/AI, yaitu jumlah kasus DBD per 100.000 penduduk.

Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto menjelaskan, nyamuk sangat senang berkembang biak saat musim hujan. Sekira 75 persen terjadi musim kawin nyamuk, karena daerahnya sangat lembap.

Nyamuk yang hidup mulai menggigit orang karena butuh sel darah untuk hidup. Lalu air liurnya dikeluarkan, tapi malah menjadi virus bagi manusia.

Baca Juga: Pusing 7 Keliling, Lihat Sisca Mellyana Pakai Lingerie Merah

"Indonesia salah satu negara yang disukai nyamuk untuk berkembang biak. Berbeda dengan di Arab Saudi, nyamuk lebih sedikit karena cuaca panas dan kering," ucap Yuri, pada kesempatan sama.

Sayangnya, manusia tidak bisa menghilangkan nyamuk dari muka bumi ini. Hanya saja penyeraran penyakit akibat nyamuk ini bisa dicegah.

"Karenanya, kami terus ingatkan masyarakat dengan promosi kesehatan ini harus digencarkan. Bukan setelah kejadian DBD, jangan diberantas nyamuknya, justru pas sebelumnya itu," simpul Yuri.

(mrt)
















Read More