Tampilkan postingan dengan label Masih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masih. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2019

Menlu AS: Saya Masih Pimpin Tim Negosiasi dengan Korea Utara - KOMPAS.com






WASHINGTON, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menyatakan bahwa belum ada yang berubah dalam tim negosiasi dengan Korea Utara.


Pompeo, pada Jumat (19/4/2019), mengatakan bahwa dirinya masih bertanggung jawab atas tim yang bernegosiasi dengan Korut mengenai program nuklirnya, meski Pyongyang telah menuntut AS untuk menggantinya.


"Tidak ada yang berubah. Kami masih melanjutkan pekerjaan dan (saya) masih memimpin tim," ujar Pompeo, dalam konferensi pers usai pertemuannya dengan dua menteri Jepang.


Jawaban Pompeo tersebut sekaligus memperjelas statusnya dalam tim negosiasi AS dengan Korut setelah negara tertutup itu menyatakan keberatan dengan keterlibatannya dalam pembahasan masalah denuklirisasi.


Baca juga: Korut Minta Pompeo Ditarik, AS: Kami Tetap Siap Bernegosiasi


Alasannya, Pyongyang menilai Pompeo telah bersikap gegabah dan dianggap melecehkan proses dialog yang dilakukan oleh kedua pihak.


"Saya khawatir jika Pompeo (tetap) dilibatkan dalam pembicaraan selanjutnya, maka diskusi akan menjadi sangat buruk dan pembicaraan akan menjadi kacau," ujar Direktur Jenderal Departemen Urusan Amerika Kementerian Luar Negeri Korut, Kwon Jung Gun, Kamis (18/4/2019).


"Oleh karena itu, jika kemungkinan dialog kembali dimulai dengan AS, saya berharap rekan dialog kami bukan Pompeo, tetapi seseorang yang lebih berhati-hati dan dewasa dalam berkomunikasi dengan kami," tambahnya.


Departemen Luar Negeri sebelumnya menyatakan, pihaknya tetap siap bernegosiasi dengan Korea Utara dan menyatakan telah mengetahui permintaan dari Pyongyang terkait Pompeo.


Pompeo, dikenal sebagai salah satu menteri yang paling dipercaya Presiden Donald Trump.


Dia telah melakukan perjalanan empat kali ke Korea Utara dan disebut berperan dalam mendorong Trump untuk tidak membuat kesepakatan dengan Kim Jong Un dalam pertemuan puncak kedua di Hanoi, Februari lalu.


"Presiden Trump jelas bertanggung jawab atas upaya keseluruhan. Tetapi tim saya, Perwakilan Khusus (Steve) Biegun, akan terus memimpin upaya AS, untuk memastikan Kim Jong Un melakukan apa yang ia janjikan," kata Pompeo.


"Saya percaya kita masih memiliki peluang nyata untuk mencapai hasil itu dan tim diplomatik kita akan terus memimpin," tambahnya, seperti dikutip AFP.


Baca juga: Korea Utara Desak AS Tarik Pompeo dari Pembicaraan Denuklirisasi



























Read More

Valverde Masih Percaya Guardiola yang Terbaik - detikSport




Barcelona

-

Pep Guardiola

belum mengantar

Manchester City

berjaya di

Liga Champions

. Pelatih

Barcelona

,

Ernesto Valverde

, masih yakin Guardiola salah satu yang terbaik.

Guardiola gagal meloloskan City ke semifinal Liga Champions musim ini. Di perempatfinal, The Citizen didepak Tottenham Hotspur dengan agregat 4-4, namun kalah produktivitas gol tandang.





Guardiola masih belum bisa meloloskan City ke semifinal dalam tiga musim terakhir, sejak direkrut menjadi manajer pada musim 2016/2017. Setelah kandas di 16 besar pada musim pertamanya, City selalu mentok di babak delapan besar dalam dua musim setelahnya.

Valverde pun membela Guardiola, yang masih belum bisa membawa City berjaya di Liga Champions. Pria yang juga sempat menukangi Lionel Messi dkk itu dipuji sebagai salah satu manajer terbaik saat ini.

"Guardiola tanpa diragukan lagi adalah pelatih terbaik, terlepas tersingkir dari Liga Champions," ucap Valverde, seperti dilansir Marca.

Valverde sendiri bisa meloloskan Barcelona ke semifinal, usai menyingkirkan Manchester United dengan agregat 4-0. Selanjutnya, raksasa LaLiga itu akan menghadapi Liverpool di babak empat besar.

(yna/yna)













Read More

Kamis, 18 April 2019

Maaf, Pep, Pellegrini Masih Manajer Terbaik City di Liga Champions - detikSport




Manchester

-

Pep Guardiola

gagal lagi membawa

Manchester City

melaju jauh di

Liga Champions

. Itu artinya

Manuel Pellegrini

masih jadi manajer terbaik City di kompetisi ini.

City harus terhenti lagi di perempatfinal Liga Champions setelah hanya menang 4-3 atas Tottenham Hotspur pada leg kedua di Etihad Stadium, Kamis (18/4/2019) dinihari WIB. Kalah 0-1 di leg pertama, City tersingkir karena kalah agresivitas gol tandang.

Hasil ini mengulangi pencapaian mereka musim lalu ketika disingkirkan Liverpool di fase yang sama. City saat itu kalah kandang dan tandang, masing-masing dengan skor 0-3 dan 1-2.





Dua hasil itu memperburuk rekor City bersama Guardiola di ajang Liga Champions. Berharap banyak dari Guardiola yang punya dua trofi Liga Champions bersama Barcelona, jangankan juara, lolos ke semifinal saja tidak bisa.

Bahkan di musim pertamanya melatih City, Guardiola disingkirkan AS Monaco di babak 16 besar yang merupakan pencapaian terburuk dalam kariernya di ajang itu. Soalnya bersama Barca dan Bayern Munich, Guardiola minimal mencapai semifinal dalam tujuh percobaan.

Maka wajar jika Pellegrini sebagai mantan manajer masih bisa menepuk dada karena pencapaian terbaiknya, yakni babak semifinal, belum disamai samai oleh Guardiola. Padahal City memecat Pellegrini karena tak mampu membawa City berprestasi di Eropa.

City-nya Pellegrini lolos ke semifinal Liga Champions pada musim 2015/2016 namun dikalahkan Real Madrid. Sebelum itu City dua kali mentok di 16 besar dan bahkan dua kali tersingkir di fase grup.

(mrp/ran)













Read More